Berita Utama Daerah Kabupaten Bogor Politik 

Ribuan Santri Kecewa Kepada Fadli Zon dan Nyatakan Pindah Haluan di Pilpres 2019

Cibinong | inibogor.com

Ribuan santri melakukan aksi damai di lapangan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, sekaligus mendeklarasikan pindah haluan dalam menghadapi pilpres 2019. Aksi damai dilakukan akibat puisi karya.Fadli Zon yang berjudul “Doa yang tertukar”, Jumat (14/2/2019).

Puisi yang diduga kuat menyudutkan ulama sepuh KH Maimoen Zubair itu menuai aksi demontrasi di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk oleh para santri santri di wilayah Kabupaten Bogor.

Sedikitnya 5.000 santri melakukan Aksi Bela Mbah Moen. Dalam aksi tersebut para santri menumpahkan kekecewaannya kepada politisi Fadli Zon yang telah menistakan Mbah Moen melalui puisinya.

“Kami sebagai santri dan muhibbin Kiai merasa kecewa dan sakit hati ketika Mbah Moen disudutkan. Padahal para santri banyak pendukung pak Prabowo. Tapi karena puisi penghinaan itu kami pindah haluan,” ujar Ustadz Rahmatullah Koordinator Aliansi Santri Bela Kiai (ASBAK).

Dari berbagai santri yang dipastikan akan hadir adalah ratusan perwakilan santri dari Cisarua. Santri dari daerah yang merupakan tempat kediaman Fadli Zon itu merasa malu dan kecewa berat. “Sebagai warga yang bertetanggaan dengan dia, kami sangat malu. Kami sudah tidak simpati lagi kepada penista kiai!” tegas Cecep Sholeh salah satu santri dari Cisarua.

Cecep menambahkan, menistakan kiai sama dengan menghina para santri. Padahal imbuhnya masyarakat Bogor mayoritas berlatarbelakang pesantren.

Sementara itu salah satu tokoh santri dari Bojong Koneng, Babakan Madang, Ustadz Reza, mengimbau kepada para santri di Kabupaten Bogor agar memberikan sanksi kepada penista kiai dengan sanksi sosial. “Orang yang menistakan kiai, kalau dia caleg, jangan dipilih. Kalau dia punya jagoan capres, jangan dipilih!” tegas Reza yang rumahnya dekat dengan kediaman Capres Prabowo.

Dirinya juga menyebutkan akibat penistaan itu banyak dari kaum santri yang berpindah haluan dari Capres Prabowo ke Capres Joko Widodo. “Daripada kami memilih capres yang tidak peduli dengan santri, lebih baik kami memilih capres yang sudah jelas memberikan Hari Santri Nasional,” pungkas Cecep. (Gie)

Related posts

Leave a Comment