Berita Utama Kabupaten Bogor Nasional 

BPBD Kabupaten Bogor Bersama ATC Bogor dan Jonggol Cendekia Gelar Aksi Darurat Kekeringan

Bogor | inibogor.com

Telah hampir 4 bulan sebagian besar wilayah Bogor dilanda kekeringan. Setidaknya 31 desa dari 17 kecamatan di Kabupaten Bogor mengalami kekeringan. Menurut data BPBD Kabupaten Bogor, kekeringan ini diprediksi akan terus terjadi hingga Bulan November 2019. Salah satu daerah terparah akibat dampak kekeringan yaitu Jonggol dan Cariu. Dimana, sumur-sumur kering, lahan pertanian kering, dan warga mengandalkan bantuan air bersih atau membeli.

ACT Cabang Bogor berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Bogor dan Komunitas Jonggol Cendekia, telah mendistribusikan air bersih di Kecamatan Jonggol dan Cariu, belum lama ini.

Dalam acara pelepasan 6 armada tangki air di depan Kantor Kecamatan Jonggol, Catur Widodo, selaku Kepala ACT Cabang Bogor mengatakan bahwa kegiatan distribusi air ini merupakan respon ACT untuk bencana kekeringan yg melanda di hampir semua wilayah di Indonesia, bahkan di wilayah Jambi, Riau, dan Kalimantan Barat, kekeringan sekaligus berdampak pada bencana kabut asap.

“Kami dari ACT insya Allah akan merespon ke 9 desa di dua kecamatan Jonggol dan Cariu dengan jumlah debit air 62.000 Liter, semoga kegiatan ini bisa terus berlangsung hingga akhir masa kekeringan di Bogor,” ungkap Catur.

Catur pun berharap, kegiatan ini bisa memberikan manfaat untuk masyarakat terdampak dan memberikan keberkahan kepada para dermawan.

Disisi lain, Harry Hardiyana selaku Ketua Jonggol Cendekia menyampaikan kekeringan tahun ini merupakan kekeringan yang cukup parah di Kecamatan Jonggol dan perlu perhatian khsususnya dari Pemerintah.

“Melihat dari lamanya waktu musim kemarau dan luasan dampak kekeringan di Kecamatan Jonggol, tahun ini kekeringan yang cukup parah. Kedepan kita perlu secara serius memikirkan solusi kekeringan ini yang bisa jadi tahun depan terulang lagi” tegas Harry.

Harry juga menyampaikan perlu ada upaya penghijauan di wilayah-wilayah di Jonggol, Sukamakmur dan bantaran sungai. Harry melihat dari terjadinya kekeringan di wilayah hulu seperti Sukamakmur dan sungai Cipamingkis.

“Perlu ada penangan dari banyak stakeholder untuk melakukan upaya penghijauan di wilayah Sukamakmur dan Jonggol, serta upaya penghijauan di daerah bantaran sungai Cipamingkis ” lanjut Harry.

Di temui di tempat yang berbeda, Camat Jonggol Andri Rahman mengapresiasi kegiatan yang di prakarsai oleh lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) ini. “Saya memberikan Apresiasi terhadap kegiatan penyaluran air bersih dari ACT yg berkolaborasi dengan BPBD dan Komunitas Jonggol Cendikia karena sangat berharga sekali untuk masyarakat Jonggol” kata Andri

Andri berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan lebih dari satu kali dan kedepan perlu ada program pembuatan sumur-sumur resapan yang dapat menampung air ketika musim hujan.

“Harapanya adalah dapat dilaksanakan lebih dari Satu kali, mengingat kekeringan masih relatif panjang dan bila ada program pembuatan Sumur resapan akan lebih baik lagi. ini untuk menyimpan cadangan air ketika Musim hujan” jelas Andri. (Fik)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: